Monday, May 14, 2012

Memiliki Gunung Bukanlah Mimpi Bagi Belanda

Mungkin bagi beberapa orang melihat hal ini mustahil, mengingat negara Belanda dua pertiga wilayahnya berada di bawah permukaan laut. Namun bukan mimpi siang bolong bagi Belanda untuk memiliki gunung. Tentu saja, sebuah gunung buatan. Ide membangun gunung ini bermula dari Thijs Zonneveld, seorang jurnalis olahraga yang merasa jenuh bahwa Belanda tidak memiliki fasilitas untuk bermain ski, maupun untuk latihan para atlit, karena selama ini jika ingin berekreasi menikmati pegunungan salju, orang Belanda harus beranjak ke negara-negara sekitar yang memilikinya.

Sebuah gunung dengan tinggi dua ribu meter dibangun di Flevoland yang datar. Gunung ini berfungsi untuk bersepeda dan olahraga musim dingin. Dari rencana yang akan direalisasikan, dan benar-benar direalisasikan, memperlihatkan bahwa Belanda memiliki kemauan dan tekad yang kuat untuk membuat, berinovasi akan hal-hal yang orang lain anggap mustahil dan tidak mungkin terjadi. Tetapi Belanda sedang membuktikannya bahwa tidak ada yang tidak mungkin, dengan membangun gunung buatan tersebut.

Wednesday, April 25, 2012

Belanda, "Menjaga agar kaki tidak terendam air"


Proyek Delta
Belanda merupakan sebuah negara yang dua pertiganya terletak di bawah permukaan laut, sehingga pengelolaan air menjadi kepedulian utama Belanda. Belanda yang terkenal sebagai negara air memiliki cara khas pengelolaan air yang menjadi sumber inspirasi dan contoh teladan bagi dunia, salah satunya negara adidaya, Amerika. Di tahun 2005, badai Katrina di Amerika mengakibatkan terjadinya banjir. Belanda membantu Amerika agar kejadian banjir tersebut tidak terulang lagi dengan mengajarkan Amerika dan bagian dunia lain prinsip “Menjaga agar kaki tidak terendam air
Belajar dari pengalaman musibah banjir yang menimpa Belanda, kini Belanda menjadi juara dunia yang tiada tandingannya dalam bidang pengelolaan air. Belanda tidak menyerah pada keadaan dengan mengambil tindakan-tidakan tegas untuk memberi ruang lebih pada sungai-sungai yang ada. Selain itu Belanda mengenalkan solusi-solusi yang inovatif dengan membangun penahan ombak yang mempermudah pembuangan air di saat air tinggi dan ketika air rendah, Belanda membuat sungai-sungai mudah untuk dilayari.

Proyek Delta dengan bendungan Oosterschelde merupakan pertahanan banjir terbesar dan tercanggih di dunia dan menjadi pencapaian terbesar dalam pembangunan sistem pengendalian banjir. Penghalang gelombang laut ini ditopang oleh 65 pilar beton raksasa, yang berdiri di atas alas-alas khusus di dasar laut.

Sehingga saat ini orang Belanda tidak lagi berkata "mengatasi air", tapi mereka akan berkata "bekerja sama dengan air"


Sumber : Majalah Hello Holland dan http://www.deltawerken.com/

Thursday, June 9, 2011

ini yang pernah ikut di kompeti blog

Media Komunikasi di Belanda

http://kompetiblog2011.studidibelanda.com/news/2011/05/09/504/media_komunikasi_di_belanda.html 


Dalam Pers Belanda bagian terpenting terdapat di surat kabar dan majalah. Pers dan media lainnya dilindungi oleh Pemerintah Belanda – The Dutch Constitution ( Grondwet voor het Koninkrijk der nederlanden) serta kebebasan dan pluriformitas media diutamakan.

Beberapa surat kabar yang terkenal di Belanda, yaitu
• De Telegraaf, bermula pada tahun 1893 di Amsterdam. Pemiliknya, Holding Company (Telegraaf Media Group), menargetkan surat kabar ini untuk kalangan rakyat kelas menengah dengan sudut pandang politik yang netral. Surat kabar De Telegraf terbit pagi, dari Senin hingga Sabtu , dengan sirkulasi per hari berjumlah 808300 copy (pada 2008)

• De Volkskrant, juga bermula di Amsterdam, tahun 1921. Pemilik majalah ini adalah PCM Uitgevers NV dengan segmen target pemuda-pemudi yang berwawasan luas. Majalah ini memiliki Political View Partai Kiri, Katolik Roman (1980). Terbit setiap pagi, dari Senin hingga Sabtu dengan sirkulasi per hari : 361000 copy

• Algemeen Dagblad, berdiri pada tahun 1946 di Rotterdam. Majalah ini dimiliki oleh AD NieuwsMedia (Wegener dan PCM Uitgevers NV). Terbit tiap pagi dan sore, mulai Senin hingga Sabtu, dengan sirkulasi per hari sejumlah 315000 copy (survey pada tahun 2008)
• NRC/Handelsblad Bermula pada tahun 1970 di Rotterdam dengan Pemilik PCM Uitgevers NV. Political View majalah ini adalah liberalis. Terbit Sore hari, mulai Senin hingga Sabtu dan Sirkulasi per hari sebanyak 271000 copy.

Selain surat kabar berbayar, media komunikasi di Belanda juga mengedarkan surat kabar gratis yang menyajikan berita singkat dan cepat, yang ditergetkan untuk pemuda-pemudi. Contoh surat kabar gratis yaitu Sp!ts, koran milik De telegraaf media group yang dirilis pertama kali pada 21 September 1999 dengan sirkulasi 200000 copy per hari. Selain itu, ada De Pres yang pertama kali dirilis pada tanggal 23 januari 2007 dengan sirkulasinya mencapai 500000 copy per hari.

Setiap daerah/provinsi di Belanda memiliki suratkabar lokal, terutama Kotapraja. kotapraja memiliki lembaran berita yang terbit tidak setiap hari. Berita yang ditampilkan sangat penting di lingkup kotapraja, misalnya lowongan pekerjaan, jadwal pasar, dll.

Media komunikasi cetak berupa majalah-majalah dan koran di Belanda dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain majalah publik, majalah siaran, majalah opini, dan majalah profesional. Majalah Opini dibentuk saat Jerman menduduki Belanda (1940). Contohnya De Tijd, De Groene Amsterdammer, dan Elsevier. Contoh majalah publik antara lain Libelle dan Margriet.

Dari dunia radio, Belanda memiliki Siaran Dunia RNW (Radio Nederland WereldOmroep), lembaga penyiaran internasional milik Belanda yang didirikan pada 1947. Kantor pusatnya berada di Hilversum dan memiliki cabang di Brussel, Madagaskar, Benin, Bonaire, Kosta Rika, Willemstad, Paramaribo, Warsawa, Amman, dan Jakarta, Indonesia. RNW menyajikan berita, ulasan, acara budaya, dan laporan rutin seputar berbagai masalah global. Acara RNW disiarkan 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dalam 9 bahasa ; bahasa Belanda, Indonesia, Inggris, Spanyol, Perancis, Arab, Papiamento, Sarnami, Hindustani dan Portugis. Acara-acaranya antara lain radio, internet dan televisi (RNTV,BVN) bermitra dengan organisasi-organisasi penyiaran di seluruh dunia (CNN, BBC, dll). Di bidang pendidikan, RNW mendirikan Radio Netherlands Training Centre (RNTC) atau Pusat Pelatihan Radio Nederland yang menawarkan pelatihan untuk para profesional, peningkatan kapasitas di tingkat institusi, network support dan pengembangan bahan pendidikan di negara-negara berkembang
.

www.rnw.nl

Saturday, April 30, 2011

BELANDA, PELOPOR FILM DOKUMENTER DUNIA


Penjabaran film dokumenter bisa diawali dengan penjelasan bahwa film pertama dunia adalah film dokumenter, bukan film cerita atau film lainnya. Beda film dokumenter dengan film fiksi yaitu menuturkan peristiwa yang otentik dan apa adanya. Sedangkan film fiksi, kisah atau penuturannya merupakan suatu kreatifitas imajinatif.
Sejarah film dokumenter di Indonesia sendiri berawal dengan kolonialisme. Ketika Belanda mulai memperkenalkan filmnya, dengan layar tancap di daerah Kebon Kacang, belakang Hotel Indonesia - Jakarta. Belanda memperlihatkan kejayaan dan kemewahan ratu mereka. Film dokumenter sendiri bisa menjadi media pembelajaran yang bersifat pencerahan tapi juga bisa memberikan pemahaman yang justru manipulatif. Hal ini yang membuat film dokumenter menjadi lebih sensitif dibanding cerita biasa. Tak kurang dari 8 ribu rol mikrofilm tersimpan di Arsip Nasional Indonesia. Sebagian besar menggambarkan peristiwa yang terjadi tahun 1930 sampai 1950. Film dokumenter itu produksi perusahaan film Belanda. Materi asli film ada di Leiden, Belanda, Indonesia memperoleh kopinya. Syarat sebelum kopi film itu dikirimkan Belanda ke Indonesia di antaranya film tidak boleh diperdagangkan dan penyiarannya hanya untuk penelitian dan proyek-proyek nonkomersial.

Film dokumenter Belanda juga ditayangkan oleh Program Studi Belanda Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia saat menyelenggarakan Kongres Internasional 40 Tahun Program Studi Belanda di Indonesia pada tanggal 20-24 April 2010 lalu di Kampus FIB, UI, Depok. Kongres menyuguhkan tema tentang Masyarakat Multikultur. Pada kesempatan ini ditampilkan pemutaran film Belanda seperti “Shouf Shouf Habibi”, yang bertema kehidupan multikultural, serta film “Max Havelaar”, sebuah film yang  sudah cukup dikenal masyarakat Indonesia.

  
Di Indonesia masih perlu stimulus. Mayoritas masyarakat daerah di Indonesia belum melihat bahwa dokumenter bukan sekadar sebuah produk entertaiment, tapi sebuah produk untuk media pembelajaran yang maknanya lebih dalam dan lebih jauh. Masyarakat Indonesia di daerah yang tingkat pendidikannya sangat rendah sehingga membaca pun tidak bisa, ketika diputarkan sebuah film instructional documenter mereka langsung paham. Nafas baru bagi dunia dokumenter di Indonesia dimulai dari dokumenterseri berjudul 'Anak Seribu Pulau' menjelang akhir kekuasaan Orde Baru, diproduserkan Mira Lesmana. Disusul dengan sebuah dokumenter  menembus jaringan bioskop 21 karya Tino Sawunggalu dengan judul 'Student Movement' mengenai peristiwa Mei 1998.

Festival yang cukup besar dan bergengsi di Belanda, yaitu International Documentary Festival Amsterdam (IDFA) menjadi pelopor festival dunia untuk dokumenter. Terdapat berbagai jenis kriteria penilaian seperti ada film dokumenter berdurasi 1 – 1,5 jam, dan short documentary berdurasi 40 - 45 menit. IDFAcademy setiap tahunnya menawarkan program pelatihan yang dirancang untuk para sineas muda dan mahasiswa film dari Belanda dan seluruh dunia dan memungkinkan Anda menjadi film maker yang luar biasa dan profesional. Dalam Workshop Anak-Anak & Documents, para sineas muda mengembangkan rencana untuk sebuah film dokumenter berdurasi 15 menit. Penekanannya adalah pada rancangan, tulisan dan visualisasi. Keberhasilan workshop ditunjukkan oleh tingginya jumlah film selesai yang muncul dari ide-ide yang dikembangkan dalam workshop ini.


Kita melihat mereka mau investasi di dokumenter karena menyadari nanti mereka akan memiliki arsip visual mengenai dunia. Hal-hal seperti itu yang kita dapat pelajari dari negeri Belanda.